Rabu, 21 September 2016

Keyakinan, perjuangan dan keikhlasan orang tua penentu keberhasilan anak.

ini berlaku juga bagi orang tua dengan anak istimewanya. betapa tiga hal diatas sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha, berkembang optimal atau justru semakin tertinggal jauh perkembangannya. terbukti sekali Allah tidak akan merubah nasib hambaNya jika tidak disertai usaha kita untuk berubah. kisah nyata, seorang bapak dengan pekerjaan rendah (menurut penilaian umum) dengan penghasilan pas-pasan alias pas butuh pas tidak ada. dikaruniai anak dengan kebutuhan khusus. mau memasukkan terapi atau sekolah khusus jelas tidak mampu dengan kondisi bapak tersebut, hingga suatu ketika dipertemukanlah bapak tersebut dengan sesama ortu abk yang memberitahu untuk sering-sering dilatih oral motor biar bisa bicara. atas kesederhanaan berfikir oleh bapak tersebut selalu berusaha menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membelikan es krim agar bisa dijilat-jilat anaknya dengan harapan akan cepat bicara. alhasil anaknya demam, tapiii... Allah maha adil, Allah tunjukkan kuasanya anak tersebut bisa bicara. kasus lain, pasangan suami istri dikaruniai seorang putri. ketahuan autis ketika keduanya sedang merintis karier di luar pulau jawa. istri sebagai abdi negara sedang suami pegawai swasta. berjibaku pasangan tersebut mengusahakan penanganan putrinya hingga dengan pertimbangan cukup sulit akhirnya diputuskan suami dengan putrinya kembali ke kampung halaman demi mendapatkan penanganan buat putrinya sedang istri tetap diluar pulau. awal bertemu kondisinya sangat memprihatinkan, bisanya hanya menangis sambil teriak-teriak atau berusaha mencakar jika menolak sesuatu walau sebelumnya sudah menjalani terapi lain. namun betapa kami dibuat takjub oleh kegigihan bapak yang satu ini. walau rumahnya dilereng merapi dengan moda motor tak menyurutkan langkahnya untuk tetap mendatangi tempat terapi, hujan badai tak mampu menghalangi bapak dan anak ini untuk sejenak istirahat di rumah, bahkan ketika si anak demam tetap hadir tepat waktu. Allah sesuai prasangka dan usaha hambaNya. sekarang sudah tidak nampak lagi perilaku hiperaktif dan impulsifnya, bicara...? selain komunikasi dua arah si anak ini paling suka ngerjain lawan bicaranya. lepas terapi setelah dua tahun dan bersekolah swasta umum tanpa pendamping sama sekali. dari dua kasus diatas betapa kita orang tua jangan putus asa, jangan pernah berhenti berusaha, ikhlaskan semua akan berbuah manis buat anak-anak kita. Allah akan menyertai langkah dan usaha kita

0 komentar:

Posting Komentar

Ą