PTTKA Rumah Sahabat

Hadir untuk menjadi bagian dari solusi Tumbuh Kembang Optimal Anak Anak Kita...

Solusi Untuk Buah Hati

PTTKA Rumah Sahabat sudah di percaya oleh banyak orang tua, keluarga maupun sekolah-sekolah umum untuk membantu menangani putra-putrinya maupun murid-murid yang mengalami keterlambatan dalam beberapa bidang

Berbagi dan Bersama dalam Solusi

Rumah Sahabat menyediakan beragam layanan terpadu dari deteksi dini tumbuh kembang, layanan psikologi, play therapy, sensory integrasi, okupasi terapi, terapi wicara, fisioterapi, terapi perilaku, home care, Pelatihan Intensif Guru Pendamping, Pelatihan Terapi Bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus, maupun pendampingan anak di sekolah umum..

Selalu ada Solusi dibalik Usaha Keras

Jangan menyerah dengan problematika anak kita di masa tumbuh kembangnya, mari bantu menggapai asa...

Mari Kita Bicarakan Bersama

Kami siap mendengar dan memberikan saran untuk perkembangan buah hati anda menjadi lebih dan makin baik..

Rabu, 21 September 2016

Imunisasi atau sterilisasi...?

Anak gendhut lingkungan bilang seperti karung beras, anak kulit lebih gelap dari lainnya dibilang "hati-hati kalo malam tdk keliatan", prestasi standar dicap IQ dibawah rata- rata. Apapun kondisi pasti akan ada bully, akan ada yang meremehkan. Apalagi bagi anak dengan kebutuhan khusus. Yang masih belum disadari sebagian kita orang tua dengan anak berkebutuhan khusus adalah bagaimana sedini mungkin melatih dan membentuk anak2 kita menghadapi kesulitan- kesulitan, tantangan, gangguan dari lingkungan luar. ABK harus dipersiapkan tahan banting dan mampu menghadapi tantangan yang akan ditemuinya nanti. Yang ada justru orang tua melakukan sterilisasi, menghindari bahkan melindungi penuh anaknya dari gangguan yang pasti datang tsb. Memasukkan anak ke sekolah khusus, memfasilitasi pendamping khusus walaupun anaknya sebenernya mampu adalah salah satu bentuk sterilisasi itu. Mau sampai kapan kita mampu? Dunia mereka masih panjang sedang kehadiran kita didunia semakin terbatas. Mulai sekarang ajari, latih, dan percayai bahwa mereka bisa menghadapi tantangan-tantangan itu. Apa yang masih kurang segera kejar ketertinggalannya semaksimal mungkin.

Keyakinan, perjuangan dan keikhlasan orang tua penentu keberhasilan anak.

ini berlaku juga bagi orang tua dengan anak istimewanya. betapa tiga hal diatas sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha, berkembang optimal atau justru semakin tertinggal jauh perkembangannya. terbukti sekali Allah tidak akan merubah nasib hambaNya jika tidak disertai usaha kita untuk berubah. kisah nyata, seorang bapak dengan pekerjaan rendah (menurut penilaian umum) dengan penghasilan pas-pasan alias pas butuh pas tidak ada. dikaruniai anak dengan kebutuhan khusus. mau memasukkan terapi atau sekolah khusus jelas tidak mampu dengan kondisi bapak tersebut, hingga suatu ketika dipertemukanlah bapak tersebut dengan sesama ortu abk yang memberitahu untuk sering-sering dilatih oral motor biar bisa bicara. atas kesederhanaan berfikir oleh bapak tersebut selalu berusaha menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membelikan es krim agar bisa dijilat-jilat anaknya dengan harapan akan cepat bicara. alhasil anaknya demam, tapiii... Allah maha adil, Allah tunjukkan kuasanya anak tersebut bisa bicara. kasus lain, pasangan suami istri dikaruniai seorang putri. ketahuan autis ketika keduanya sedang merintis karier di luar pulau jawa. istri sebagai abdi negara sedang suami pegawai swasta. berjibaku pasangan tersebut mengusahakan penanganan putrinya hingga dengan pertimbangan cukup sulit akhirnya diputuskan suami dengan putrinya kembali ke kampung halaman demi mendapatkan penanganan buat putrinya sedang istri tetap diluar pulau. awal bertemu kondisinya sangat memprihatinkan, bisanya hanya menangis sambil teriak-teriak atau berusaha mencakar jika menolak sesuatu walau sebelumnya sudah menjalani terapi lain. namun betapa kami dibuat takjub oleh kegigihan bapak yang satu ini. walau rumahnya dilereng merapi dengan moda motor tak menyurutkan langkahnya untuk tetap mendatangi tempat terapi, hujan badai tak mampu menghalangi bapak dan anak ini untuk sejenak istirahat di rumah, bahkan ketika si anak demam tetap hadir tepat waktu. Allah sesuai prasangka dan usaha hambaNya. sekarang sudah tidak nampak lagi perilaku hiperaktif dan impulsifnya, bicara...? selain komunikasi dua arah si anak ini paling suka ngerjain lawan bicaranya. lepas terapi setelah dua tahun dan bersekolah swasta umum tanpa pendamping sama sekali. dari dua kasus diatas betapa kita orang tua jangan putus asa, jangan pernah berhenti berusaha, ikhlaskan semua akan berbuah manis buat anak-anak kita. Allah akan menyertai langkah dan usaha kita

Ą