PTTKA Rumah Sahabat

Hadir untuk menjadi bagian dari solusi Tumbuh Kembang Optimal Anak Anak Kita...

Solusi Untuk Buah Hati

PTTKA Rumah Sahabat sudah di percaya oleh banyak orang tua, keluarga maupun sekolah-sekolah umum untuk membantu menangani putra-putrinya maupun murid-murid yang mengalami keterlambatan dalam beberapa bidang

Berbagi dan Bersama dalam Solusi

Rumah Sahabat menyediakan beragam layanan terpadu dari deteksi dini tumbuh kembang, layanan psikologi, play therapy, sensory integrasi, okupasi terapi, terapi wicara, fisioterapi, terapi perilaku, home care, Pelatihan Intensif Guru Pendamping, Pelatihan Terapi Bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus, maupun pendampingan anak di sekolah umum..

Selalu ada Solusi dibalik Usaha Keras

Jangan menyerah dengan problematika anak kita di masa tumbuh kembangnya, mari bantu menggapai asa...

Mari Kita Bicarakan Bersama

Kami siap mendengar dan memberikan saran untuk perkembangan buah hati anda menjadi lebih dan makin baik..

Selasa, 27 Desember 2016

Play Therapy

Bukan metode baru, namun masih banyak orang tua anak dengan kebutuhan khusus, utamanya yang mengalami gangguan perkembangan komunikasi belum begitu familiar dengan metode ini. so, banyak yang belum tahu bahwa ada segudang manfaat dari terapi ini dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak. selama ini yang cukup populer dan banyak diikuti hanya terapi wicara, okupasi terapi atau fisioterapi.

Tips Menenangkan Anak Hiperaktif

Anak hiperaktif cenderung selalu bergerak. Mereka tidak bisa duduk diam dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini bisa membuat frustasi orangtua, guru, bahkan anak itu sendiri. Anak hiperaktif disebut juga anak dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Terkadang anak hiperaktif perlu diberi obat untuk membantu mereka agar lebih tenang ke tingkat energi yang diterima secara sosial. Bagi yang tidak ingin menggunakan obat-obatan atau suplemen, berikut ada cara alami baik fisik maupun psikologis untuk menangani energi berlebih dan menenangkan anak hiperaktif: 1. Bantu anak mengatur napasnya ketika anak ingin menenangkan diri, terutama jika anak merasa marah atau frustasi. Dorong anak untuk mengambil napas dalam-dalam, hirup napas dari hidung dan buang melalui mulut secara perlahan. 2. Hilangkan stres pada anak hiperaktif dengan membiarkan anak mandi busa atau mandi air garam hangat. Tambahkan satu atau dua mainan sederhana ke dalam bak mandi, tapi hindari memberi anak terlalu banyak mainan. 3. Beri stimulasi fisik pada anak hiperaktif dengan memberinya pijatan lembut. Sentuhan hangat dari Anda akan membuat anak tahu bahwa Anda mencintainya, selain itu, gerakan pijatan memiliki efek menenangkan. 4. Taruh perlengkapan aktivitas atau mainan yang dapat membuat anak tenang. Perlengkapan aktivitas atau mainan anak yang tenang antara lain teka-teki, cat, peralatan membuat perhiasan, dan buku-buku favorit. Taruh di dekat mainan anak yang lain, sehingga anak bisa menggunakannya saat dia ingin tenang sebentar. 5. Atur suasana ruangan dengan menjaga pencahayaan yang redup atau menyetel musik relaksasi ketika anak hiperaktif butuh ketenangan. 6. Lakukankah aktivitas secara rutin setiap harinya, sehingga anak hiperaktif tahu apa yang mereka harapkan dan apa yang diharapkan dari mereka. Persiapkan anak ketika akan melakukan aktivitas yang tidak biasa dan jelaskan apa yang akan terjadi. Selain itu, diskusikan juga bagaimana cara mereka tetap tenang bahkan dengan kegembiraan yang mungkin akan mereka alami dari kegiatan yang berbeda tersebut. 7. Hindarkan anak dari minuman dingin, gula, pewarna makanan, dan bahan pengawet dalam makanan yang bisa menyebabkan agitasi. 8. Sediakan waktu untuk menampung energi ekstra, seperti lari berkeliling dan berolahraga. Ini akan membantu anak hiperaktif tahu bahwa ada waktu dan tempat untuk melepaskan kelebihan energi, sehingga membantu anak tetap tenang dalam situasi lainnya.

Rabu, 21 September 2016

Imunisasi atau sterilisasi...?

Anak gendhut lingkungan bilang seperti karung beras, anak kulit lebih gelap dari lainnya dibilang "hati-hati kalo malam tdk keliatan", prestasi standar dicap IQ dibawah rata- rata. Apapun kondisi pasti akan ada bully, akan ada yang meremehkan. Apalagi bagi anak dengan kebutuhan khusus. Yang masih belum disadari sebagian kita orang tua dengan anak berkebutuhan khusus adalah bagaimana sedini mungkin melatih dan membentuk anak2 kita menghadapi kesulitan- kesulitan, tantangan, gangguan dari lingkungan luar. ABK harus dipersiapkan tahan banting dan mampu menghadapi tantangan yang akan ditemuinya nanti. Yang ada justru orang tua melakukan sterilisasi, menghindari bahkan melindungi penuh anaknya dari gangguan yang pasti datang tsb. Memasukkan anak ke sekolah khusus, memfasilitasi pendamping khusus walaupun anaknya sebenernya mampu adalah salah satu bentuk sterilisasi itu. Mau sampai kapan kita mampu? Dunia mereka masih panjang sedang kehadiran kita didunia semakin terbatas. Mulai sekarang ajari, latih, dan percayai bahwa mereka bisa menghadapi tantangan-tantangan itu. Apa yang masih kurang segera kejar ketertinggalannya semaksimal mungkin.

Keyakinan, perjuangan dan keikhlasan orang tua penentu keberhasilan anak.

ini berlaku juga bagi orang tua dengan anak istimewanya. betapa tiga hal diatas sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha, berkembang optimal atau justru semakin tertinggal jauh perkembangannya. terbukti sekali Allah tidak akan merubah nasib hambaNya jika tidak disertai usaha kita untuk berubah. kisah nyata, seorang bapak dengan pekerjaan rendah (menurut penilaian umum) dengan penghasilan pas-pasan alias pas butuh pas tidak ada. dikaruniai anak dengan kebutuhan khusus. mau memasukkan terapi atau sekolah khusus jelas tidak mampu dengan kondisi bapak tersebut, hingga suatu ketika dipertemukanlah bapak tersebut dengan sesama ortu abk yang memberitahu untuk sering-sering dilatih oral motor biar bisa bicara. atas kesederhanaan berfikir oleh bapak tersebut selalu berusaha menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membelikan es krim agar bisa dijilat-jilat anaknya dengan harapan akan cepat bicara. alhasil anaknya demam, tapiii... Allah maha adil, Allah tunjukkan kuasanya anak tersebut bisa bicara. kasus lain, pasangan suami istri dikaruniai seorang putri. ketahuan autis ketika keduanya sedang merintis karier di luar pulau jawa. istri sebagai abdi negara sedang suami pegawai swasta. berjibaku pasangan tersebut mengusahakan penanganan putrinya hingga dengan pertimbangan cukup sulit akhirnya diputuskan suami dengan putrinya kembali ke kampung halaman demi mendapatkan penanganan buat putrinya sedang istri tetap diluar pulau. awal bertemu kondisinya sangat memprihatinkan, bisanya hanya menangis sambil teriak-teriak atau berusaha mencakar jika menolak sesuatu walau sebelumnya sudah menjalani terapi lain. namun betapa kami dibuat takjub oleh kegigihan bapak yang satu ini. walau rumahnya dilereng merapi dengan moda motor tak menyurutkan langkahnya untuk tetap mendatangi tempat terapi, hujan badai tak mampu menghalangi bapak dan anak ini untuk sejenak istirahat di rumah, bahkan ketika si anak demam tetap hadir tepat waktu. Allah sesuai prasangka dan usaha hambaNya. sekarang sudah tidak nampak lagi perilaku hiperaktif dan impulsifnya, bicara...? selain komunikasi dua arah si anak ini paling suka ngerjain lawan bicaranya. lepas terapi setelah dua tahun dan bersekolah swasta umum tanpa pendamping sama sekali. dari dua kasus diatas betapa kita orang tua jangan putus asa, jangan pernah berhenti berusaha, ikhlaskan semua akan berbuah manis buat anak-anak kita. Allah akan menyertai langkah dan usaha kita

Selasa, 23 Februari 2016

Tips melatih anak autis menerima dan menghadapi perubahan

Dianugrahi Allah anak autis bukanlah hal mudah bagi sebagian orang tua. Penolakan adalah hal yang sangat lumrah diawal mengetahui kondisi anaknya tumbuh berbeda yang anak-anak lainnya. Namun kita yakin tidak ada yang salah dengan pilihan Allah menitipkan anak istimewa tersebut kepada orang tua terpilih. Yakin bahwa tidak ada makhluk ciptaanNya yang gagal akan membuat orang tua menatap masa depan anak autisnya lebih baik. Masa-masa awal mengetahui perilaku tidak lazim seperti mengindari kontak mata, menolak dipeluk, bermain dengan cara aneh dan monoton, tantrum tanpa sebab yang jelas, sulit beradaptasi dengan perubahan, sangat peka dengan suara ataupun perilaku negatif lain pasti membuat stress dan tertekan bagi orang tua. Belum lagi respon negatif dari lingkungan kadang membuat para orang tua dengan anak autis memilih menarik diri dari pergaulan sosial. Bingung harus berbuat apa untuk membantu memperbaiki perkembangan anak autisnya tidak jarang menjadikan sebagian orang tua menempuh cara yang salah sehingga bukannya kondisi menjadi lebih baik namun justru sebaliknya. Masa penolakan sudah lewat, kini saatnya kita menerima kondisi anak autis kita dengan penuh syukur, ikhlas dan menerimanya sepenuh hati. Saatnya mulai menyusun hal-hal yang harus dilakukan untuk membantu mengantarkan anak autis kita dapat tumbuh dan berkembang lebih baik. Semakin dini penanganan akan semakin baik pula progres yang dicapai. Tahap pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah cari tahu apa saja yang harus kita lakukan kepada anak autis kita dengan berkonsultasi kepada ahlinya. Minta penjelasan secara detail apa yang bisa dilakukan di rumah, yang boleh dan tidak boleh dilakukan demi mengurangi perilaku negatif dan melatih perilaku positif. Berikan terapi sesuai kondisi anak secara terpadu, konsisten dan berkelanjutan. Jika komunikasi verbal sudah keluar, sudah mengerti instruksi serta aturan sosial segera masukkan sekolah, disini tentu sekolah umum ya bukan sekolah khusus atau sekolah yang harus banyak syarat dan ketentuan bagi anak berkebutuhan khusus. Kenapa sekolah umum? Karena hanya dilingkungan umum yang heterogen, teman-teman, guru serta lingkungan yg beraneka ragam karakter dan sifat yang mampu menjadi sarana anak autis kita belajar serta menempa diri tentang penerimaan ataupun penolakan, perbedaan, anak autis akan belajar mempertahankan diri juga dilingkungan umum bukan sekolah khusus atau sekolah “inklusi” dengan pelayanan guru pendamping khusus pula setiap anak. Di rumah orang tua harus konsisten dengan aturan-aturan yang sudah dibuat. Seperti umumnya anak autis bermasalah dalam menjalin komunikasi interpersonal maka sebisa mungkin dirumah hindarkan segala macam distraksi seperti nonton, ngegame, dan semua gangguan visual lain agar anak belajar bagaimana berinteraksi lebih hidup dan punya ruh. Menyampaikan apa yang diinginkan dengan bicara langsung tanpa menarik-narik tangan atau bahasa tubuh lainnya. Ayah dan ibu harus selalu kompak dalam hal penanganan anak karena pengasuhan yang bertolak belakang dan tidak konsisten hanya menjadikan anak bingung dan sulit membentuk perilaku positif. Sebisa mungkin anak selalu dilatih menghadapi perubahan setiap harinya, misalnya kita perlu membuat pilihan rute perjalanan ke sekolah/tempat terapi/toko langganan menjadi dua atau tiga alternatif jalan yang berbeda. Kenapa demikian? Karena jika anak autis hanya tahu satu rute perjalanan dan setiap hari melewati jalan yang sama maka anak autis kita bisa tantrum atau bad mood seharian ketika suatu saat lewat rute yang berbeda. Hal ini dikarenakan salah satu perilaku negatif anak autis adalah sulit menerima perubahan. Begitu pula jika anak masih wajib menjalani terapi usahakan mencari tempat terapi yang menerapkan rolling terapis juga ruang terapi tiap harinya, hindari terapi yang menerapkan sistem satu anak satu terapis karena hal itu hanya akan membuat anak autis semakin sulit beradaptasi terhadap perubahan. Latih selalu anak autis kita dengan perubahan dan ketidaknyamanan agar nantinya bisa luwes dengan segala suasana berbeda tanpa perlu tenaga ekstra menghadapi tantrumnya. Misalnya; sesekali anak tidur nyaman dengan AC tapi beberapa hari berikutnya anak tetap tidur tanpa AC. Jika biasanya anak selalu naik mobil baik sekali jika orang tua sesekali mau mengajak anaknya ke sekolah dengan transportasi umum atau dengan motor. Hindari hanya memakaikan satu jenis pakaian pada anak autis kita, misal setiap hari anak hanya mau kaos tanpa kerah, tapi bisa dilatih sehari kaos, hari berikutnya baju dengan kancing dan kerah, hari beikutnya lagi sweater tebal dan panjang. Dengan begitu anak autis kita akan tahu bahwa dengan mobil pribadi ataupun kendaraan umum semua tetap berjalan baik-baik saja, AC mati ataupun nyala tetap bisa tidur pulas, kaos ataupun hem tetap sama-sama nyaman dikenakan jadi tidak ada perubahan yang perlu dikhawatirkan anak autis kita. Demikian beberapa tips melatih anak autis menerima dan menghadapi perubahan, semoga bermanfaat. Ninik Sulastri CEO PTTKA Rumah Sahabat

Ą