Sabtu, 27 Desember 2014

Gagap & Tips Penanganan



Film terbaik Academy Awards 2011 karya sutradara Tom Hooper yang berjudul ‘The King’s Speech’ telah berhasil mengangkat sebuah fenomena kegagapan yang kerap menyusahkan bagi sebagian penderitanya. Film ini menceritakan tentang bagaimana King George VI Inggris berjuang melawan kegagapannya demi berpidato di depan rakyatnya yang sedang dilanda masalah peperangan.
Sebenarnya masalah gagap dapat dialami siapapun tanpa mengenal kelamin, umur, ataupun kebangsaannya. Kondisinya pun bervariasi dalam dimensi taraf, dari taraf ringan sampai berat, maka dari itu cara penangannya pun berbeda-beda.

Kegagapan dapat didefinisikan sebagai gangguan berbicara dimana penderitanya mengulang kata, menarik kata kembali, berkata tidak lengkap, melewatkan kata, ataupun berbicara dengan kata-kata yang tidak bermakna. Masalah ini terjadi saat otak tidak mampu mengirim dan menerima pesan dengan cara yang normal. Bahkan dokter pun belum bisa menjelaskan secara pasti mengapa hal ini terjadi.

Serangan ini biasanya terjadi pada anak-anak berumur 2 sampai 7 tahun yang masih belajar bicara, namun biasanya hilang seiring dengan perkembangan otak yang makin sempurna. Tetapi kegagapan dapat berlanjut dan semakin buruk, kondisi ini disebut dengan kegagapan yang berkembang (Developmental Stuttering). Jenis kegagapan ini tidak akan membaik tanpa adanya pengobatan lebih lanjut. Kegagapan juga dapat diperoleh sebagai akibat dari cedera otak (biasanya dari cedera karena kecelakaan atau karena penyakit yang berhubungan dengan otak, seperti misalnya Alzheimer), atau terkadang juga dikarenakan trauma yang berat.

Kesulitan bicara pada balita atau anak biasanya selalu dikaitkan dengan gagap. Padahal semua itu merupakan hal normal yang biasa terjadi pada balita yang berusia dibawah tiga tahun. Memang tidak mudah membedakan antara anak yang mengalami gagap dan anak yang sedang belajar bicara. Tetapi dengan mengetahui tanda-tanda anak gagap maka orang tua diharapkan bisa mengatasinya sejak dini, sebelum gagap itu sendiri bertambah parah pada anak. Dengan demikian orang tua harus tahu tanda-tanda anak gagap dan cara mengatasinya.

Sebenarnya batita sendiri sering ragu dalam mengucapkan kata-kata, sehingga dia sering mengulang-ngulang sebuah kata. Biasanya melihat hal itu orang tua sering cemas karena takut anak batitanya menjadi gagap. Padahal pada batita ragu-ragu mengucapkan kata-kata atau mengulang bagian depan sebuah kalimat, tidak selalu tanda gagap. Bisa jadi itu karena batita mengalami disfluency (ketidakfasihan) dan hal itu dianggap normal dan dialami sebagian besar anak saat belajar bicara. Ketidakfasihan itu sering terjadi pada anak usia 1-5 tahun, dan cenderung datang dan pergi.
Oleh sebab itu orang tua tidak perlu cemas atau bingung menghadapi hal itu, karena ketidakfasihan ini akan hilang selama beberapa minggu, lalu akan kembali lagi. ketidakfasihan ini akan terus berlangsung hingga anak berusia 3 tahun. Meski hal itu biasa terjadi pada anak-anak dalam tahap belajar bicara, tetapi tidak semua anak akan sembuh dari ketidakfasihan ini. Jika hal itu hal terjadi maka anak akan menjadi gagap.

berikut tanda-tanda gagap pada anak yang perlu diwaspadai oleh orang tua, diantaranya :
  • Apabila anak mengulang sebuah kata lebih dari dua kali contonya ”se-se-se-se-seperti ini”
  • Mulut dan wajahnya terlihat ketegangan saat mengucapkan kata.
  • Anak berupaya sangat keras / kesulitan saat mengucapkan sebuah kata.
  • Pola titik nada suara, pada anak gagap nada suara akan meningkat saat terjadi pengulangan kata.
  • Terjadi penyumbatan/tidak adanya aliran udara atau suara selama beberapa detik.
Masalah gagap dapat diatasi sejak dini dengan beberapa cara, antara lain:
  1. Konseling
Terapi ini berusaha mendidik orangtua ataupun orang terdekat dari penderita berkaitan dengan perkembangan berbicaradanbagaimanamenanggapi mereka yang gagap dengan cara yang positif. Tanggapan yang tepat dapat membantu mereka terhindar dari masalah sosial dan emosional yang dapat berkembang. Anda pun dapat mendukung mereka agar terhindar dari kegagapan permanen.
  1. Terapi Berbicara
Terapi ini mempunyai sejumlah pendekatan yang berbeda, tergantung pada faktor-faktor seperti usia, apakah masalah kegagapan ini ingin diatasi dengan sendirinya, dan tingkat masalahnya. Biasanya ahli patologi masalah berbicara dan berbahasa juga menggabungkan dan memperluas elemen dari teknik konseling.
Metode yang digunakan untuk mengobati kegagapan pada terapi ini dibagi menjadi dua, yaitu:
  • Pengobatan Tidak Langsung. Metode ini berfokus pada penciptaan lingkungan yang nyaman dan santai, sehingga dapat meningkatkan cara berbicara penderita dengan alami. Ahli patologi disini akan mengevaluasi dan memonitor kemajuannya.
  • Pengobatan Langsung. Metode ini berbentuk suatu interaksi pribadi antara ahli patologi dengan penderita kegagapan. Ahli patologi di sini akan mengajarkan penderita bagaimana membentuk kata-kata, berbicara secara perlahan, dan merasa santai walaupun saat kegagapan muncul. Penderita juga dapat mempraktekkan sendiri latihan-latihannya di luar jam praktek. Penderita juga akan belajar untuk menghilangkan gejala-gejala fisik dari kegagapan, seperti mata berkedip, dan bagaimana menghadapi masalah emosi yang mungkin timbul dikarenakan kegagapan tersebut.
  1. Obat Dokter
Obat dokter terkadang digunakan sebagai bagian dari pengobatan untuk kondisi seperti depresi atau kecemasan yang dapat memperburuk kegagapan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Jika ketidakfasihan sering muncul, maka si kecil bisa termasuk kategori gagap ringan. Dikatakan gagap berat apabila ketidakfasihan itu mencapai lebih dari 10 persen ucapan-ucapannya. Ketika seorang anak berusaha mengatakan sesuatu pada anda dan mulai tergagap-gagap, maka cara mengatasinya adalah ;

1. Rileks dan Jangan Mengoreksi
Bersikap rileks dan memperpelan gaya ucapan anda, maka akan jauh lebih membantu si kecil daripada anda menyuruhnya memperpelan ucapannya. Sebaliknya jika reaksi anda terlalu berlebihan maka akan membuat anak merasa frustasi dan tidak sabaran, sehingga akan memperparah keadaannya. Orang tua diharapkan lebih berusaha untuk tidak mengoreksi ucapan kata-kata si kecil, karena ia tahu persis kalau ia sedang tergagap dan itu juga terasa mengganggu bagi si kecil. Akibatnya ia akan merasa frustasi dan bahkan malu.

2. Jangan mencemooh
Anda sebagai orang tua harus memastikan bahwa anak-anak lain tidak mengganggu dengan menganggapnya lucu dan mengolok-olok kegagapannya. Dan bagi orang dewasa disekitarnya, jangan menganggap kegagapannya sebagai masalah besar. Karena semua itu bisa mengganggu perkembangan jiwa si kecil.

3. Konsultasi ke Ahli
Apabila kegagapan si kecil berlangsung lebih dari enam bulan dan tampak cukup berat atau memburuk, anda sebagai orang tua perlu membawanya ke seorang terapis bicara untuk mendapat evaluasi dan terapi. Karena menurut para pakar, tingkat  kesuksesan akan tinggi bila penderita gagap memulai terapi antara usia 2 sampai 5 tahun. 

Sedangkan hal-hal lain yang harus dilakukan orang tua untuk membantu si kecil yang gagap adalah jangan memberi pertanyaan sekaligus pada anak, bicaralah dengan santai agar si kecil juga merasa santai, gunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang tepat serta curahkan perhatian khusus untuk sikecil. Terimalah si kecil secara utuh dan apa adanya termasuk kegagapannya, jika bukan orang tua siapa lagi yang akan menolong untuk mengatasi kegagapannya serta dukunglah ia meskipun anda sudah tahu tanda-tanda bahwa si kecil mengalami gagap.

Atasi kegagapan sejak dini, dukunglah anak Anda ataupun orang terdekat Anda yang mengalami kegagapan untuk dapat mengatasi masalahnya. Bantulah dengan selalu mendengarkan apa yang dikatakan mereka, selalu melakukan eye-contact dengan mereka saat berbicara, dan berusalah agar tidak menyelesaikan kata-kata yang ingin diucapkan mereka. Segera konsultasikan ke dokter setempat jika kegagapan bertambah buruk dan tidak juga sembuh.
Sumber:klikdokter/dloepiq.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Ą