Jumat, 12 Desember 2014

Bila Anak Terlambat Berbicara



Parents mungkin pernah mendengar istilah speech delay atau lebih dikenal dengan keterlambatan berbicara. Parents dapat melihat perbedaan yang signifikan antara anak yang cenderung terlambat dalam berbicara dengan anak seumurnya yang sudah bisa mengatakan beberapa kata sederhana. Ada juga anggapan bahwa anak laki-laki cenderung terlambat dalam berbicara tapi cepat belajar berjalan, begitu juga anak perempuan lebih cepat belajar berbicara namun cenderung lambat dalam belajar berjalan. Walaupun perbedaan gender belum terbukti dalam pencapaian kemampuan berbicara, tapi hal yang ganjil dapat dideteksi sedini mungkin karena tindakan pemulihan dapat dilakukan lebih mudah. Sekarang kasus ini kian bertambah dan sekitar 5-10% anak mengalami gangguan ini pada anak sekolah.

Beberapa gejala dari anak yang mengalami ‘speech delay’ dilihat dari usia perkembangan anak:

Di usia 12 bulan, anak tak mampu:


  • Menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan ‘good-bye’ atau menunjuk objek tertentu
  • Berlatih menggunakan beberapa konsonan yang berbeda
  • Vokalisasi atau melakukan komunikasi

Di usia 15 hingga 18 bulan, anak beresiko mengalami ‘speech delay’ bila menunjukkan tanda-tanda seperti:
  • Tidak memanggil ‘mama’ dan ‘dada’
  • Tidak menjawab bila dikatakan ‘tidak’, ‘halo’ dan ‘bye’
  • Tidak memiliki satu atau 3 kata pada usia 12 bulan dan 15 kata pada usia 18 bulan
  • Tidak mampu mengidentifikasi bagian tubuh
  • Kesulitan mengulang suara dan gerakan
  • Lebih memilih menunjukkan gerakan daripada berbicara verbal

Bila anak terus menunjukkan gejala sebagai berikut pada usia 2 tahun hingga 4 tahun:
  • Tak mampu menyampaikan kata-kata atau frase secara spontan
  • Tak mampu mengikuti petunjuk dan perintah sederhana
  • Kurang bunyi konsonan di awal atau akhir kata, seperti ‘aya’ (ayah), ‘uka’ (buka)
  • Tidak dipahami bicaranya oleh keluarga terdekat
  • Tak mampu untuk membentuk 2 atau 3 kalimat sederhana

Ada beberapa penyebab dari ‘speech delay’ seperti:

Gangguan fisik
Contohnya: gangguan organ bicara, pendengaran, otak, retardasi mental, autisme juga kelainan kromosom dan keturunan dari orang tua.

Lingkungan
  • Lingkungan yang sepi dan kurang memberikan stimulasi pada anak untuk meniru kata dan memberikan kesempatan berkomunikasi bisa menjadi penyebab
  • Besarnya harapan orang tua sehingga memberikan banyaknya latihan dan pendidikan dalam bahasa dapat membuat anak menjadi terhambat dalam berbicara
  • Pendidikan bilingual atau 2 bahasa juga bisa menyebabkan anak terhambat dalam berbicara kecuali anak tersebut memiliki kecerdasan dalam bahasa yang dapat membantunya menguasai kedua bahasa tersebut. Sebaliknya anak dapat menjadi bingung mengungkapkan pikiran di antara 2 bahasa tersebut.

Bila anak menunjukkan beberapa gejala dari yang disebutkan di atas, ada baiknya segera berkonsultasi kepada para ahli seperti dokter, psikolog atau terapis anak agar segera ditangani dengan cepat dan bisa membantu anak dalam lingkungan sosialnya. Memang setiap anak tidak dapat disamakan dalam hal pencapaian perkembangan bahasanya, namun jika anak dalam usia yang tepat tidak mencapai kemampuan yang seharusnya dicapai dalam usianya maka harus segera ada tindakan.

Stimulasi pada anak dalam bahasa sejak dini bahkan dari kandungan seperti komunikasi yang sering terjalin pada anak yang memberi banyak kesempatan baginya untuk meniru, menjawab dan mengungkapkan perasaannya dapat membantu anak dalam mencapai kemampuan bicara yang maksimal.

(sumber: http://sekolah123.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Ą