Kamis, 25 Desember 2014

4 Masalah Jalan Balita Yang Perlu Di Waspadai


Kebanyakan balita mulai bisa berjalan sekitar usia satu tahun. Jalan mereka masih belum seimbang dan juga lambat. Ada juga balita yang terlambat berjalan, namun Anda tidak tidak perlu berlebihan.

Jika Anda melihat masalah dengan cara berjalan balita Anda, maka Anda harus memperhatikannya.

Banyak anak yang memiliki masalah dengan jalan mereka. Itu bisa karena cacat lahir atau sekadar kekhasan anak Anda. Berikut daftar masalah jalan balita dan bagaimana Anda memperbaikinya seperti dikutip laman Boldsky, Selasa (30/10):

1.Berjalan jinjit (berjalan dengan ujung-ujung jari kaki)


Anda harus melihat, apakah balita Anda berjalan dengan jari kaki secara konsisten atau sesekali. Jika itu sesekali, maka Anda bisa memperbaikinya. Tapi jika itu terjadi terus menerus, kemunginan anak Anda memiliki tendon Achilles (tendon pada bagian belakang tungkai bawah) yang pendek, yang tidak memungkinkan dia untuk berdiri di atas kaki yang datar. Anda perlu pergi ke fisioterapis dan memasukkan Anak Anda untuk melakukan beberapa latihan peregangan.

2.Lutut beradu


Ini adalah suatu kondisi di mana kaki anak Anda agak membengkok seperti sudut lutut beradu satu sama lain. Biasanya, balita memiliki lutut beradu saat tumbuh besar sehingga Anda mengetahui pasti hanya ketika anak berusia 4 tahun. Ini tidak berarti bahwa anak Anda tidak bisa berjalan,tapi itu akan membuat dia rentan cedera. Kondisi itu juga tidak memungkinkan anak memastikan langkahnya. Pergilah ke dokter dan ketahui masalahnya.

3. Kaki O


Kebanyaka anak-anak kakinya berbentuk O ketika mereka pertama kali mulai berjalan. Pada saat bayi Anda berusia 2 tahun masalah ini harus dilihat. Jika anak berdiri dengan depan jari kaki,dan pergelangannya terpisah maka sudah tidak lagi berkaki O. Semakin besar balita, masalah ini akan diperbaiki sendiri. Namun jika tidak, maka operasi kecil diperlukan.

4. Kurang keseimbangan


Ini adalah masalah rumit berjalan karena banyak penyebabnya. Kondisi ini mungkin bisa atau bukan karena masalah fisik dengan berjalannya balita itu. Kadang-kadang kepala anak terlalu berat dan itulah mengapa anak terus kehilangan keseimbangan. Selain itu,otot-otot kaki bisa karena lemah. Begitu pula anak yang satu kakinya sedikit lebih pendek dari yang lain, sehingga anak mengalami kesulitan dalam menemukan keseimbangan. Masalah ini juga bisa karena keterampilan motorik atau koordinasi tangan-mata anak. Dalam kedua kasus, Anda perlu menentukan penyebab dari kurangnya keseimbangan dan kemudian memperlakukannya dengan sesuai.
(Sumber: Liputan6.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Ą