Kamis, 17 Oktober 2013

Aktif Memberi Stimulasi


Terapi bukan sebuah mukjizat. Tidak ada yang bisa menjamin kapan anak berkembang sesuai program yang sudah direncanakan. Kemajuan anak dalam program terapi bukan semata-mata faktor metode atau Terapisnya saja, tetapi juga faktor internal anak. Misalnya seberapa besar gangguan dalam sel-sel otak anak, intensitas terapi yang dijalani anak tentu sangat mempengaruhi kemajuannya.

Anak yang sudah terdiagnosis sebagai penyandang autis pada tahun pertama usianya, memang masih agak susah diikutsertakan dalam kegiatan terapi terpadu. Namun bukan berarti anak boleh dibiarkan tanpa intervensi dini.

Intervensi untuk penyandang autis pada anak/ Autisme infantile berupa stimulasi-stimulasi agar anak menunjukkan respon. Sebenarnya sebelum anak diikutsertakan dalam program terapi yang sedang diikuti, sebaiknya orang tua memberinya stimulasi di rumah tanpa henti agar anak tidak tenggelam di dunianya sendiri.

Jangan biarkan anak asyik sendiri dan dengan minat dan aktifitasnya yang kaku, misalnya menghidupkan dan menghidupkan lampu, takjub mengamati kipas angin berputar dan aktifitas tidak penting lainnya. Selalu usahakan selalu ada orang yang menemani anak selama tidak tidur. Selalu ajak anak komunikasi dua arah baik verbal maupun non verbal. Jangan biarkan anak ayik dengan televisi atau game lainnya yang bersifat searah dan merusak kontak matanya.
Saat-saat awal jangan terlalu berharap anak memberi respon terhadap ajakan berkomunikasi yang diberikan kepadanya. sebagian besar respon anak cuek, tidak mengerti bahwa komunikasi ditujukan kepadanya atau kalapun sadar mungkin anak akan merespon negatif seperti menangis keras-keras karena merasa terganggu.

Stimulasi bisa juga berbentuk mengajak anak bernyanyi, bertepuk tangan, menirukan gerakan atau melakukan permainan bersama. Pada beberapa anak autis, kemampuan menirukan bunyi atau senandung lebih baik daripada komunikasinya. Ini bisa dimanfaatkan sebagai pintu masuk ke dunia anak. Walaupun orang tua juga harus waspada, jangan karena anak keenakan diajak bersenandung terus kemudian kemampuan komunikasinya tidak dikembangkan.

Permainan-permainan sederhana juga baik untuk stimulasi anak seperti permainan ci luk ba. Apalagi permainan ini memerlukan kehadiran orang lain. Dengan permainan ini orang tua bisa memperkenalkan kepada anak ini lho orang-orang yang ada disekelilingmu, mereka serumah denganmu. Permainan semacam ini bisa dan sebaiknya harus dilakukan oleh seluruh anaggota keluarga. Dengan dilakukan oleh orang yang berbeda-beda, anak diberi kesempatan untuk merasakan stimulus yang sama dengan setting yang berbeda (bermain bersama ibu di kamar, bersama ayah di teras dll)

(Nakita)

0 komentar:

Posting Komentar

Ą