PTTKA Rumah Sahabat

Hadir untuk menjadi bagian dari solusi Tumbuh Kembang Optimal Anak Anak Kita...

Solusi Untuk Buah Hati

PTTKA Rumah Sahabat sudah di percaya oleh banyak orang tua, keluarga maupun sekolah-sekolah umum untuk membantu menangani putra-putrinya maupun murid-murid yang mengalami keterlambatan dalam beberapa bidang

Berbagi dan Bersama dalam Solusi

Rumah Sahabat menyediakan beragam layanan terpadu dari deteksi dini tumbuh kembang, layanan psikologi, play therapy, sensory integrasi, okupasi terapi, terapi wicara, fisioterapi, terapi perilaku, home care, Pelatihan Intensif Guru Pendamping, Pelatihan Terapi Bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus, maupun pendampingan anak di sekolah umum..

Selalu ada Solusi dibalik Usaha Keras

Jangan menyerah dengan problematika anak kita di masa tumbuh kembangnya, mari bantu menggapai asa...

Mari Kita Bicarakan Bersama

Kami siap mendengar dan memberikan saran untuk perkembangan buah hati anda menjadi lebih dan makin baik..

Senin, 05 Agustus 2013

PERKEMBANGAN BAHASA & DAN BICARA PADA ANAK 0.0-4. 0 TAHUN



0-6 bulan

BICARA & BAHASA

·        Mengulangi suara yang sama
·        Sering kali membuat suara ‘’koo’’ dan ‘’gurgles’’ dan suara- suara yang  menyenangkan
·        Menggunakan tangisan yang berbeda-beda untuk mengutarakan kebutuhan yang berbeda- beda;
·        Tersenyum bila diajak bicara
·        Mengenali suara  manusia
·        Melokalisasi suara dengan cara menolehkan kepala
·        Mendengarkan pembicaraan
·        Menggunakan konsonan/b/,/p,dan/m/ketika  babbling
·        Menggunakan suara atau isyarat(gestures)untuk member tahu keinginan

7-12 bulan

·        Mengerti arti tidak dan panas
·        Dapat member respons untuk permintaan yang sederhana
·        Mengerti dan member respons pada namanya sendiri
·        Mendengarkan dan meniru beberapa suara
·        Mengenali kata untuk benda-benda sehari-hari
·        “babbles” dengan menggunakan suara yang panjang dan pendek
·        Menggunakan intonasi seperti lagu ketika “babbles”
·        Menirukan beberapa suara bicara orang dewasa dan intonasinya
·        Menggunakan suara bicara selain tangisan untuk mendapatkan perhatian
·        Mendengarkan bila diajak bicara
·        Menggunakan suara mendekati suara yang ia dengar
·        Mulai merubah “babbling” ke “jargon”
·        Mulai menggunakan bicara dengan tujuan
·        Hanya menggunakan kata benda
·        Memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 1-3 kata
·        Mengerti perintah sederhana

13-18 bulan

·        Menggunakan intonasi yang mengikuti pola bicara orang dewasa
·        Menggunakan “echolalia” dan “jargon”
·        Tidak mengucapkan beberapa konsonan depan dan hampir seluruh konsonan akhir
·        Bicara hampir keseluruhan tidak dapat dimengerti
·        Mengikuti perintah sederhana
·        Mengenali 1-3 bagian dari tubuh
·        Memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 3-20 kata atau lebih (kebanyakan kata benda)
·        Memadukan vokalisasi dan isyarat
·        Membuat permintaan untuk hal-hal yang lebih diinginkan

19-24 bulan

·        Lebih sering menggunakan kata dari pada “jargon”
·        Memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 50-100 kata atau lebih
·        Memiliki pemahaman (reseptif) kosa kata 300 kata atau lebih
·        Mulai memadu kata benda dan kata kerja
·        Mulai menggunakan kata pengganti orang
·        Kendali suara masih tidak stabil
·        Menggunakan intonasi yang benar untuk pertanyaan
·        Bicara 25-50% dapat dimengerti orang luar
·        Menjawab pertanyaan “ini apa?”
·        Senang mendengarkan cerita
·        Mengenali 5 bagian dari tubuh
·        Secara benar dapat menamakan beberapa benda sehari-hari

2-3 tahun

·        Bicara 50-75% dapat dimengerti
·        Mengerti satu dan semua
·        Mengucapkan keinginan untuk ke kamar mandi (sebelum, sedang atau setelah kejadian)
·        Meminta benda dengan menamakannya
·        Menunjuk kepada gambar didalam buku bila diminta
·        Mengenali beberapa bagian dari tubuh
·        Mengikuti perintah sederhana dan menjawab pertanyaan sederhana
·        Senang mendengarkan cerita pendek, lagu dan sajak
·        Menanyakan 1-2 kata pertanyaan
·        Menggunakan 3-4 kata frase
·        Menggunakan preposisi
·        Menggunakan kata yang sama dalam konteks
·        Menggunakan echolalia bila kesukaran berbicara
·        Memiliki pengucapan (ekspresif) kosakata 20-250 kata dan berkembang pesat pada tahap ini
·        Memiliki pemahaman (reseptif) kosa kata 500-900 kata atau lebih
·        Memperlihatkan kesalahan dalam pemakaian tata bahasa
·        Mengerti hampir keseluruhan yang dikatakan kepadanya
·        Sering mengulang, terutama kata permulaan “saya” (nama) dan suku kata pertama
·        Berbicara dengan suara keras
·        Nada suara mulai meninggi
·        Menggunakan huruf hidup dengan baik
·        Secara konsisten menggunakan konsonan awal (walaupun beberapa masih tidak dapat diucapkan dengan baik)
·        Sering menghilangkan konsonan tengah
·        Sering menghilangkan atau mengganti konsonan akhir

3-4 tahun 
                                                                                        
Bicara & bahasa

·        Mengerti fungsi benda
·        Mengerti perbedaan dari arti kata (besar-kecil, atas-bawah, berhenti-jalan)
·        Mengerti perintah 2-3 bagian
·        Bertanya dan menjawab pertanyaan sederhana (siapa, apa, dimana, kenapa)
·        Sering bertanya dan meminta jawaban yang terperinci
·        Menggunakan analogi yang sederhana
·        Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan emosi
·        Menggunakan 4-5 kata dalam kalimat
·        Mengulang kalimat 6-13 suku kata secara benar
·        Mengenali benda dengan nama
·        Memanipulasi orang dewasa dan teman sebaya
·        Kadang-kadang masih menggunakan echolalia
·        Lebih sering menggunakan kata benda dan kata kerja
·        Sadar akan waktu yang telah lalu dan yang akan datang
·        Memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 800-1500 kata atau lebih
·        Memiliki pemahaman (reseptif) kosa kata 1200-2000 kata atau lebih
·        Kadang mengulang nama, terbata-bata, kesulitan mengatur napas dan meringis
·        Berbisik
·        Bicara 80% dapat dimengerti
·        Walaupun masih banyak kesalahan, tata bahasa sudah membaik
·        Dapat menceritakan dua kejadian dengan urut
·        Dapat bercakap-cakap lebih lama
(sumber: Evi Sabir, BSc)

Tugas Guru Pendamping (Teacher`s Aide)



  1. Membantu guru utama dalam mempersiapkan kegiatan
  2. Membimbing anak dengan kebutuhan khusus dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dengan memberikan instruksi dan pengarahan yang tepat
  3. Membimbing & membantu anak menyelesaikan tugas dan bukan menyelesaikan tugas untuk anak tersebut
  4. Membuka peluang pada anak-anak lain untuk berinteraksi dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus
  5. Mempersiapkan kegiatan bermain yang terstruktur (di dalam atau di luar kelas) bagi anak dengan kebutuhan khusus agar ia dapat bergaul dengan teman-temannya
  6. Mengajarkan tata karma, sopan santun dan kemampuan bersosialisasi
  7. Mempersiapkan anak dengan kebutuhan khusus atas perubahan pada rutinitas sehari-hari
  8. Memberikan dukungan dan pujian saat anak berhasil dan sebaliknya member peringatan atau hukuman bila anak tersebut berperilaku tidak semestinya. Hindari memberikan peringatan dan hukuman di depan umum
  9. Berusaha untuk memperkecil kemungkinan anak tersebut mengelami kegagalan dan alihkan obsesi anak pada benda tertentu (dengan memberikan kesempatan melakukan hal-hal lain yang menyenangkan)
  10. Mengawasi & mengurangi kemungkinan anak melakukan tingkah laku berulang-ulang (stereotypic or self stimulatory behavior). Mislanya bermain ludah, mengepak-epakkan tangan, menyentuh alat kelamin berulang-ualng dll
  11. Membantu anak-anak lain (pada saat anak berkebutuhan khusus sudah kompeten) serta memberikan pujian pada anak-anak ini
  12. Bersikap penuh semangat dan antusias dalam membantu anak tersebut menikmati masa kanak-kanaknya dengan menyenangkan
(sumber: Meniti pelangi)

Makanan Diet Autis dengan Hiperaktif




Tidak semua anak autis ataupun berkebutuhan khusus lain perlu diet. Namun untuk mengurangi gejala hiperaktifitas atau alergsi anak-anak, berikut beberapa jenis makanan yang harus dihindari untuk di konsumsi anak.
Makanan yang sebaiknya dihindari
Pengganti
Pewarna, pengawet, penambah rasa, makanan kaleng, fast food, kaldu instan
Makanan segar, sayur (buncis, kacang polong, kacang panjang, daun sla, kol, seledri, wortel, labu, asparagus, bit) dan buah-buahan mentah, biji-bijian, kecambah, kacang-kacangan, masakan & kaldu olahan sendiri
Kopi, teh, sirup, coklat, minuman soda (soft drink), minuman mengandung cola, alcohol
Jus buah atau sayuran segar, the rempah, bubuk carob (pengganti coklat)
Tepung terigu, havermouth (oatmeal), mie instan, semua produk makanan yang mengandung gluten
Tepung beras, tepung tapioca, tepung kanji, kentang, beras ketan, singkong, ubi, beras merah
Susu sapi, keju, es krim dari susu sapi & semua produk olahan dari susu sapi
Susu kedelai, susu dari kacang almond, susu dari beras, es krim dari jus buah segar buatan sendiri
Permen, jelly, gula (segala bentuk gula termasuk gula jawa, gula pasir, gula halus dll)
Madu murni, sirup maple, sirup dari beras (rice syrup), sebaiknya digunakan dalam jumlah sangat terbatas
Daging atau telur atau ayam olahan yang telah diproses dengan menggunakan tambahan bahan kimia, hormone atau antibiotic
Ikan segar, telur dan ayam kampong
Strawberry, anggur, melon, jeruk
Pear, pisang, pepaya

TIDAK SEMUA PERLU DIET




Yang harus disadari orang tua, tak semua anak penyandang autism memerlukan diet gluten dan kasein. Diet ini hanya diperlukan oleh anak yang memiliki pertumbuhan jamur berlebihan pada dinding dalam ususnya. Beberapa yang datang ke Rumah Sahabat melakukan diet ketat pada anaknya yang down syndrome, autism dengan perilaku tenang bahkan terlambat bicara diet pula. Setelah ditelusuri ternyata atas anjuran tempat terapi yang dijalani sebelumnya yang kebetulan menyediakan makanan khusus. Wuah, selain mubadzir juga biaya untuk membeli makanan dengan embel-embel “makanan diet” sangat mahaaal & tidak manusiawi sekali memberikan diet pada anak speech delay, down syndrome dan lain2nya tanpa pemeriksaan apapun.
Sedang untuk mengetahui apakah anak mempunyai jamur yang berlebihan atau tidak dalam perutnya, bisa dilakukan melalui pemeriksaan feses/tinja anak. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan jamur tak berlebihan kemungkinan besar anak tidak perlu diet gluten dan kasein. Selain itu orang tua juga dapat mengetes sendiri apakah si anak alergi atau tidak terhadap gluten dan kasein. Caranya, untuk gluten, coba hentikan asupan gluten selama 3 bulan. Bila selama itu perilaku anak membaik, batalkan diet gluten tersebut. 
Berikan anak produk makanan yang mengandung gluten. Bila setelah dibatalkan dalam sehari perilaku autistic anak memburuk kembali, maka anak masih memerlukan diet gluten. 
Namun bila setelah dibatalkan tidak terjadi peningkatan perilaku autistic kemungkinan besar anak tak lagi memerlukan diet gluten. Prosedur ini juga dapat diterapkan untuk mengetes alergi kasein. 
Hanya saja waktu yang diperlukan lebih singkat yaitu 3 minggu. Setelah 3 minggu orang tua harus melihat reaksi anak. Soalnya anak yang awalnya menunjukkan reaksi alergi terhadap gluten dan kaseinpun, tidak berarti akan selalu alergi terhadap kedua jenis protein tersebut. Karena itu orang tua harus tahu kondisi terakhir anak. Jadi jangan latah memberikan diet ke anak hanya karena di haruskan sama tempat terapi. Harus di lakukan tes dan pemeriksaan sebelumnya.  (nakita)

Ą