PTTKA Rumah Sahabat

Hadir untuk menjadi bagian dari solusi Tumbuh Kembang Optimal Anak Anak Kita...

Solusi Untuk Buah Hati

PTTKA Rumah Sahabat sudah di percaya oleh banyak orang tua, keluarga maupun sekolah-sekolah umum untuk membantu menangani putra-putrinya maupun murid-murid yang mengalami keterlambatan dalam beberapa bidang

Berbagi dan Bersama dalam Solusi

Rumah Sahabat menyediakan beragam layanan terpadu dari deteksi dini tumbuh kembang, layanan psikologi, play therapy, sensory integrasi, okupasi terapi, terapi wicara, fisioterapi, terapi perilaku, home care, Pelatihan Intensif Guru Pendamping, Pelatihan Terapi Bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus, maupun pendampingan anak di sekolah umum..

Selalu ada Solusi dibalik Usaha Keras

Jangan menyerah dengan problematika anak kita di masa tumbuh kembangnya, mari bantu menggapai asa...

Mari Kita Bicarakan Bersama

Kami siap mendengar dan memberikan saran untuk perkembangan buah hati anda menjadi lebih dan makin baik..

Selasa, 23 Februari 2016

Tips melatih anak autis menerima dan menghadapi perubahan

Dianugrahi Allah anak autis bukanlah hal mudah bagi sebagian orang tua. Penolakan adalah hal yang sangat lumrah diawal mengetahui kondisi anaknya tumbuh berbeda yang anak-anak lainnya. Namun kita yakin tidak ada yang salah dengan pilihan Allah menitipkan anak istimewa tersebut kepada orang tua terpilih. Yakin bahwa tidak ada makhluk ciptaanNya yang gagal akan membuat orang tua menatap masa depan anak autisnya lebih baik. Masa-masa awal mengetahui perilaku tidak lazim seperti mengindari kontak mata, menolak dipeluk, bermain dengan cara aneh dan monoton, tantrum tanpa sebab yang jelas, sulit beradaptasi dengan perubahan, sangat peka dengan suara ataupun perilaku negatif lain pasti membuat stress dan tertekan bagi orang tua. Belum lagi respon negatif dari lingkungan kadang membuat para orang tua dengan anak autis memilih menarik diri dari pergaulan sosial. Bingung harus berbuat apa untuk membantu memperbaiki perkembangan anak autisnya tidak jarang menjadikan sebagian orang tua menempuh cara yang salah sehingga bukannya kondisi menjadi lebih baik namun justru sebaliknya. Masa penolakan sudah lewat, kini saatnya kita menerima kondisi anak autis kita dengan penuh syukur, ikhlas dan menerimanya sepenuh hati. Saatnya mulai menyusun hal-hal yang harus dilakukan untuk membantu mengantarkan anak autis kita dapat tumbuh dan berkembang lebih baik. Semakin dini penanganan akan semakin baik pula progres yang dicapai. Tahap pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah cari tahu apa saja yang harus kita lakukan kepada anak autis kita dengan berkonsultasi kepada ahlinya. Minta penjelasan secara detail apa yang bisa dilakukan di rumah, yang boleh dan tidak boleh dilakukan demi mengurangi perilaku negatif dan melatih perilaku positif. Berikan terapi sesuai kondisi anak secara terpadu, konsisten dan berkelanjutan. Jika komunikasi verbal sudah keluar, sudah mengerti instruksi serta aturan sosial segera masukkan sekolah, disini tentu sekolah umum ya bukan sekolah khusus atau sekolah yang harus banyak syarat dan ketentuan bagi anak berkebutuhan khusus. Kenapa sekolah umum? Karena hanya dilingkungan umum yang heterogen, teman-teman, guru serta lingkungan yg beraneka ragam karakter dan sifat yang mampu menjadi sarana anak autis kita belajar serta menempa diri tentang penerimaan ataupun penolakan, perbedaan, anak autis akan belajar mempertahankan diri juga dilingkungan umum bukan sekolah khusus atau sekolah “inklusi” dengan pelayanan guru pendamping khusus pula setiap anak. Di rumah orang tua harus konsisten dengan aturan-aturan yang sudah dibuat. Seperti umumnya anak autis bermasalah dalam menjalin komunikasi interpersonal maka sebisa mungkin dirumah hindarkan segala macam distraksi seperti nonton, ngegame, dan semua gangguan visual lain agar anak belajar bagaimana berinteraksi lebih hidup dan punya ruh. Menyampaikan apa yang diinginkan dengan bicara langsung tanpa menarik-narik tangan atau bahasa tubuh lainnya. Ayah dan ibu harus selalu kompak dalam hal penanganan anak karena pengasuhan yang bertolak belakang dan tidak konsisten hanya menjadikan anak bingung dan sulit membentuk perilaku positif. Sebisa mungkin anak selalu dilatih menghadapi perubahan setiap harinya, misalnya kita perlu membuat pilihan rute perjalanan ke sekolah/tempat terapi/toko langganan menjadi dua atau tiga alternatif jalan yang berbeda. Kenapa demikian? Karena jika anak autis hanya tahu satu rute perjalanan dan setiap hari melewati jalan yang sama maka anak autis kita bisa tantrum atau bad mood seharian ketika suatu saat lewat rute yang berbeda. Hal ini dikarenakan salah satu perilaku negatif anak autis adalah sulit menerima perubahan. Begitu pula jika anak masih wajib menjalani terapi usahakan mencari tempat terapi yang menerapkan rolling terapis juga ruang terapi tiap harinya, hindari terapi yang menerapkan sistem satu anak satu terapis karena hal itu hanya akan membuat anak autis semakin sulit beradaptasi terhadap perubahan. Latih selalu anak autis kita dengan perubahan dan ketidaknyamanan agar nantinya bisa luwes dengan segala suasana berbeda tanpa perlu tenaga ekstra menghadapi tantrumnya. Misalnya; sesekali anak tidur nyaman dengan AC tapi beberapa hari berikutnya anak tetap tidur tanpa AC. Jika biasanya anak selalu naik mobil baik sekali jika orang tua sesekali mau mengajak anaknya ke sekolah dengan transportasi umum atau dengan motor. Hindari hanya memakaikan satu jenis pakaian pada anak autis kita, misal setiap hari anak hanya mau kaos tanpa kerah, tapi bisa dilatih sehari kaos, hari berikutnya baju dengan kancing dan kerah, hari beikutnya lagi sweater tebal dan panjang. Dengan begitu anak autis kita akan tahu bahwa dengan mobil pribadi ataupun kendaraan umum semua tetap berjalan baik-baik saja, AC mati ataupun nyala tetap bisa tidur pulas, kaos ataupun hem tetap sama-sama nyaman dikenakan jadi tidak ada perubahan yang perlu dikhawatirkan anak autis kita. Demikian beberapa tips melatih anak autis menerima dan menghadapi perubahan, semoga bermanfaat. Ninik Sulastri CEO PTTKA Rumah Sahabat

Senin, 12 Oktober 2015

Pelatihan Guru Pendamping Khusus

Tingginya kebutuhan Guru Pendamping beberapa tahun belakangan, serta semakin terbukanya informasi dan pengetahuan orangtua untuk menyekolahkan buah hati tercintanya ke sekolah umum dengan secercah harapan mulia bahwa anak-anak istimewa mereka harus tumbuh senormal mungkin, dilingkungan umum serta berlatih sedini mungkin menempa diri dengan berbagai macam perbedaan, beragam karakter teman serta guru. Mewujudkan hal tersebut bukanlah hal mudah bagi orangtua yang oleh Allah amanahi anak special atau orang umum menyebutnya berkebutuhan khusus. Orangtua harus berusaha lebih keras, melapangkan kesabaran serta usaha dan do`a yang tak pernah putus. Tidak jarang orangtua kecewa, merasa tertipu setelah bulan-bulan pertama anaknya tidak mendapat hak-hak serta perlakuan yang semestinya. Menjamurnya Sekolah inklusi tidak serta merta membuat membuat penanganan anak-anak dengan kebutuhan khsusus menjadi lebih baik seperti harapan orangtua. Banyak syarat dan ketentuan yang harus orangtua dan anak special penuhi jika tetap ingin berada di sekolah “inklusi” tersebut dengan tenang. Inklusi setengah hati, begitu lebih tepatnya disematkan. Kehadiran Guru Pendamping menjadi angin segar baik bagi Orangtua yang dianugerahi anak special juga bagi Sekolah yang belum siap dalam melayani sesuai standart yang semestinya. Perannya juga membantu anak dalam menjalani kegiatan serta interaksi lebih baik dengan lingkungan yang begitu heterogen. Guru Pendamping Khusus juga dapat membantu Sekolah serta lingkungan yang belum sepenuhnya mampu memberikan penanganan serta pelayanan inklusi yang sebenarnya. Minimnya tenaga yang kompeten dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah umum atau sekolah inklusi yang masih membutuhkan kehadiran Guru Pendamping justru membuat progres anak semakin menurun, harapan agar anak tumbuh dan berkembang bersama teman-temannya yang “normal” justru menjadi mimpi buruk bagi orangtua juga trauma tersendiri bagi anak-anak kebutuhan khusus. Bertolak dari masalah tersebut, kini Rumah Sahabat membuka program pelatihan intensif Guru Pendamping Khusus sebagai wadah menyaring, melatih serta membekali dengan ilmu-ilmu praktis kemudian membantu menyalurkan kepada stake holder. Kenapa harus mengikuti pelatihan ini? Bagi Calon Guru Pendamping 1. Peluang kerja terbuka lebar dan luas 2. Menjadi tenaga profesional dengan ilmu-ilmu praktis dalam penanganan anak berkebutuhan khusus 3. Praktek on the job dengan anak-anak di Rumah Sahabat dengan didampingi Tenaga Ahli dibidangnya 4. Modul pelatihan serta sertifikat Bagi Orangtua 1. Rasa tenang bahwa anaknya mendapatkan pendamping yang kompeten dan profesional dibidangnya 2. Mampu memantau progres harian anak selama mengikuti kegiatan sekolah 3. Anak lebih mudah melewati proses bersama teman-teman serta lingkungan yang heterogen Bagi Sekolah Umum maupun Inklusi 1. Membantu meringankan peran Guru kelas dalam penanganan Anak berkebutuhan khusus 2. Memudahkan anak-anak lain dalam berinteraksi dengan anak yang didampingi 3. Menjembatani terwujudnya lingkungan inklusi yang sebenarnya Segera daftarkan diri anda, Kuota terbatas Pelatihan tiap hari minggu, hubungi PTTKA Rumah Sahabat Hotline 085100267882 atau 085743382772

Kelas Intensif Guru Pendamping Khusus

Minggu, 28 Desember 2014

Mendidik Anak Slow Learner

Setiap anak memiliki daya tangkap dan daya serap yang berbeda. Ada yang lambat, ada yang cepat. Cara mendidik pun dengan demikian harus memperhatikan tingkat kemampuan anak tersebut. Tanpa memperhatikan hal itu, maka proses belajar pun jadi tak menarik.

Memberi pelajaran yang kelewat mudah bagi anak cerdas bisa membuat proses pembelajaran jadi sangat membosankan. Sementara memberi pelajaran yang kelewat rumit untuk anak berkemampaun terbatas akan mengakibatkan proses pembelajaran hanya menjadi beban.
Berikut cara-cara untuk menangani anak tipe slow learner (anak lambat), yaitu anak yang memiliki score kecerdasan 75-90 atau sedikit lebih pintar daripada anak dungu (mentally retarded) dan sedikit di bawah anak ber-IQ normal.
1. Belajar sedikit tapi terserap adalah lebih baik daripada belajar banyak tapi .
2. Buatlah alat-alat peraga konkrit  seperti gambar, miniatur, map, poster dan contoh (demonstrasi).
3. Dalam pelajaran berhitung, hendaknya difokuskan pada makna dan relasi.
4. Beri pengulangan yang banyak secara sistematis dengan cara mendrill (melatih terus-menerus). Alat audio visual akan sangat banyak menolong.
5. Cara-cara permainan dan drama akan banyak membantu.
6. Tugas-tigas dibuat sesederhana dan sesimple mungkin (singkat dan tidak sukar).
7. Beri pujian bahkan untk prestasi sekecil apa pun.
8. Carikan teman belajar yang mudah diajak kerja sama.
9. Permainan yang baik baginya adalah permainan yang meningkatkan kelincahan gerak.
10. Selidiki keahlian-keahlian khusus, lalu kembangkan.
 
sumber:pasbanget.co

Sabtu, 27 Desember 2014

5 Cara Melatih Balita Yang Terlambat Bicara


Keterlambatan bicara pada balita merupakan salah satu masalah umum beberapa orang tua yang mengeluhkan mengenai kondisi yang terjadi pada  anak mereka. Keterlambatan bicara adalah suatu kondisi ketika balita Anda tidak berbicara sama sekali atau hanya bisa mengucapkan beberapa kata. Menurut penelitian, telah ditemukan bahwa satu dari setiap lima anak mengalami keterlambatan dalam bicara.

Jika balita Anda belum dapat / belum mulai berbicara pada usia 2 tahun atau bahkan di atas 2 tahun, maka sebagai orangtua Anda perlu berkonsultasi masalah ini dengan dokter anak Anda. Ada teknik untuk melatih/merangsang bicara pada balita sehingga setiap orangtua harus menerapkannya untuk meningkatkan kemampuan balita yang terlambat berbicara.
Berikut Sharing di Sini Beberapa cara meningkatkan perkembangan balita yang terlambat berbicara.
1. Tingkatkan intensitas percakapan dengannya
Jika anak Anda belum mulai berbicara pada usia 2 tahun bahkan di atas 2 tahun, maka ada kemungkinan bahwa anak Anda tidak tahu cukup mengenai kosa kata untuk mengekspresikan sesuatu yang ia lihat, apa yang ia inginkan dan tentang dirinya sendiri. Umumnya, balita yang kurang pengetahuan kosakata dan ini akan menghambat mereka untuk bisa berbicara. Kosakata yang minim membuat ketidakmampuan untuk berbicara dan mengucapkan kata-kata. Jadi, jika balita Anda lambat belum dapat berbicara, Anda dan anggota keluarga harus lebih meningkatkan intensitas mengajaknya untuk berbicara. Selalu memaparkan padanya mengenai segala sesuatu yang ia lihat, mengajarkan dengan kata-kata sederhana, segala sesuatu yang ia lakukan, sesuatu yang ada di rumah atau ia lihat. Lalu, setiap hari cobalah untuk bertanya mengenai kegiatannya hari ini. Dengan 2 pilihan jawaban yang sederhana terlebih dahulu. Misalnya: “hari ini adek tidur siang atau tidak? tidur? atau main?”, “Tadi adek makan dengan ayam atau ikan? ayam? atau ikan?” Dengan meningkatkan intensitas percakapan dengannya, akan mengenalkan, menambah dan memperkaya kosakata baru untuknya, yang kemudian akan ia ingat, apalagi jika setiap hari ada pertanyaan yang hampir sama.

2. Lebih deskriptif
Jangan hanya mengenalkan sebuah benda yang ia lihat saja, namun cobalah untuk mendiskripsikan dan mengenalkan kegunaan dari sebuah benda apa yang ia lihat. Misalnya adalah “Ini namanya pensil. Pensil digunakan untuk menulis dan menggambar di kertas.” , “Ini namanya gelas. Gelas digunakan untuk minum.”, “Ini namanya handphone. Handphone digunakan untuk menelepon ayah.”, “Itu namanya mobil. Mobil digunakan kalau adik ingin pergi jalan-jalan ke rumah nenek.”, dll.  Mengenalkan kosakata dan mendeskripsikannya, akan membuat balita anda mengenali obyek. Dan deskripsi berulang obyek akan mendorongnya untuk berbicara dan belajar kata-kata yang berbeda. Ingat, hal ini harus dilakukan secara berulang, sesering mungkin dan setiap hari.

3. Membacakan buku untuknya (Bercerita / Mendongeng)
Membacakan sebuah buku bergambar untuk balita Anda, sambil ia mengamati gambar di buku tersebut, adalah salah satu cara termudah untuk meningkatkan perkembangan bicara anak. PIlihlah buku bergambar yang sederhana, untuk balita Anda yang telat bicara. Saat membacakan cerita untuknya, dengan menunjuk sebuah gambar dan mengenalkan masing-masing kosakata pada setiap gambar. Mendengar dan mengenal masing-masing kata yang ia lihat pada gambar dengan jangka waktu berulang (sesering mungkin/setiap hari) akan membuat otaknya lebih berkembang untuk dapat bicara. Setelah Anda mengenalkan masing-masing gambar dengan namanya, Anda dapat mengetesnya dengan gantian bertanya kepadanya. Misal: “Ini namanya hewan gajah. Gajah badannya besar. Gajah juga punya hidung yang panjang, namanya belalai.” Lalu kembali tanya kepadanya. “Ini apa namanya?”, atau “Ini hewan apa yang badannya besar?” Jika dia belum hafal, bimbinglah dengan jawaban yang benar, dengan penggalan yang sederhana. “Ga-jah”. Semua butuh proses. Pada  awalnya mungkin ia akan menjawab dengan ucapan belum sempurna, misal “a-jah” Bersabarlah mengajari dengan mengulang jawaban yang benar. “ga-jah”

4. Menyanyikan dan memperdengarkan lagu-lagu anak
Menyanyikan lagu-lagu anak, tidak hanya menghibur anak Anda tetapi juga membantu dalam membangun kosakata baru nya. Anda bisa bernyanyi sendiri saat bersamanya, atau memperdengarkan lagu-lagu anak dari video CD, youtube, atau acara televisi balita yang bertema edukatif, seperti film musikal anak-anak. Anda boleh menyanyikan untuknya ketika memandikannya, ketika bermain bersamanya, ketika waktu santai bersama keluarga, ketika ia bangun tidur, atau kapan saja saat berhubungan dengan apa yang ia lakukan. Misal, ketika ia akan makan, coba nyanyikan lagu: “Sebelum kita makan dek,.. cuci tanganmu dulu,… menjaga kesehatan dek, agar sehat selalu…” atau ketika ia bangun tidur: “bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi..”, dll.

5. Paparan di luar rumah
Banyak sekali alasan di balik tertundanya anak dapat berbicara. Salah satunya adalah rasa malu terhadap orang lain yang tidak pernah/jarang ia jumpai. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan eksposur yang tepat untuk balita Anda. Sering-seringlah mengajak anak bermain di playground dimana berkumpul teman sebaya nya. Daftarkan anak Anda dalam suatu club atau kegiatan yang membuatnya berinteraksi, bermain dan bertemu dengan teman-terman sebayanya. Misal: Taman PAUD, Taman Bermain. Menikutsertakan anak Anda dalam suatu kegiatan akan memberikan dia  kesempatan untuk belajar bahasa dari kelompok sebaya nya.
 sumber: sharingdisana.com

Ą