PTTKA Rumah Sahabat

Hadir untuk menjadi bagian dari solusi Tumbuh Kembang Optimal Anak Anak Kita...

Solusi Untuk Buah Hati

PTTKA Rumah Sahabat sudah di percaya oleh banyak orang tua, keluarga maupun sekolah-sekolah umum untuk membantu menangani putra-putrinya maupun murid-murid yang mengalami keterlambatan dalam beberapa bidang

Berbagi dan Bersama dalam Solusi

Rumah Sahabat menyediakan beragam layanan terpadu dari deteksi dini tumbuh kembang, layanan psikologi, play therapy, sensory integrasi, okupasi terapi, terapi wicara, fisioterapi, terapi perilaku, home care, Pelatihan Intensif Guru Pendamping, Pelatihan Terapi Bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus, maupun pendampingan anak di sekolah umum..

Selalu ada Solusi dibalik Usaha Keras

Jangan menyerah dengan problematika anak kita di masa tumbuh kembangnya, mari bantu menggapai asa...

Mari Kita Bicarakan Bersama

Kami siap mendengar dan memberikan saran untuk perkembangan buah hati anda menjadi lebih dan makin baik..

Rabu, 18 Januari 2017

Tips Membentuk Kontak Mata dan Bicara Anak Autis

Hampir semua orang awam mengenali anak autis atau tidaknya dari kemampuan melakukan kontak mata dan bicara yang terbatas. Jadi, jamak dilakukan diagnosa kilat oleh pengamatan mereka sendiri karena terbatasnya kontak mata maka langsung dech si anak dimasukkan grup autis. Apa iya sich kondisinya seperti itu...? Memang, hampir sebagian besar penyandang autis terbatas dalam hal kontak mata serta komunikasi, menolak serta menghindari moment "mengerikan" itu. "Lebih baik mengamati bunga cantik dech daripada menatap matamu...", begitulah kira-kira yang dirasakan sebagian anak istimewa ini. Tapi tenang ya Bapak Ibu... kemampuan mereka bisa kita latih sendiri di rumah. Semua yang terlibat dalam pengasuhan anak, bapak, ibu, kakak, adik, pengasuh bisa terlibat langsung sehingga kemampuan kontak mata berkembang optimal. berikut yang bisa kita lakukan dirumah 1. Jauhkan segala maacam gangguan visual, tivi, game, video, komputer dan semua gangguan visual hilangkan. Ingat ya, semua harus terlibat. jika dilarang buat dia maka peraturan berlaku bagi semua 2. Sering-sering kita stimulasi dengan komunikasi dengan kata-kata sederhana, intonasi jelas dan konsisten. 3. Setiap anak menginginkan sesuatu so, anak harus berusaha mengungkapkan dengan verbal. apapun yang akhirnya keluar dari bibirnya hargai dengan mengambilkan barang yang dikehendaki. Jangan lupa beri raward pujian, pelukan dan ungkapan kasih sayang tulus. 4. Semua anggota keluarga harus konsisten dengan aturan yang sama 5. selalu konsisten bahwa pertolongan dan reward akan diterima jika anak sudah mencoba Itulah tips jitu yang bisa dicoba untuk anak spesial kita. www.pttkarumahsahabaat.com

Selasa, 27 Desember 2016

Play Therapy

Bukan metode baru, namun masih banyak orang tua anak dengan kebutuhan khusus, utamanya yang mengalami gangguan perkembangan komunikasi belum begitu familiar dengan metode ini. so, banyak yang belum tahu bahwa ada segudang manfaat dari terapi ini dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak. selama ini yang cukup populer dan banyak diikuti hanya terapi wicara, okupasi terapi atau fisioterapi.

Tips Menenangkan Anak Hiperaktif

Anak hiperaktif cenderung selalu bergerak. Mereka tidak bisa duduk diam dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini bisa membuat frustasi orangtua, guru, bahkan anak itu sendiri. Anak hiperaktif disebut juga anak dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Terkadang anak hiperaktif perlu diberi obat untuk membantu mereka agar lebih tenang ke tingkat energi yang diterima secara sosial. Bagi yang tidak ingin menggunakan obat-obatan atau suplemen, berikut ada cara alami baik fisik maupun psikologis untuk menangani energi berlebih dan menenangkan anak hiperaktif: 1. Bantu anak mengatur napasnya ketika anak ingin menenangkan diri, terutama jika anak merasa marah atau frustasi. Dorong anak untuk mengambil napas dalam-dalam, hirup napas dari hidung dan buang melalui mulut secara perlahan. 2. Hilangkan stres pada anak hiperaktif dengan membiarkan anak mandi busa atau mandi air garam hangat. Tambahkan satu atau dua mainan sederhana ke dalam bak mandi, tapi hindari memberi anak terlalu banyak mainan. 3. Beri stimulasi fisik pada anak hiperaktif dengan memberinya pijatan lembut. Sentuhan hangat dari Anda akan membuat anak tahu bahwa Anda mencintainya, selain itu, gerakan pijatan memiliki efek menenangkan. 4. Taruh perlengkapan aktivitas atau mainan yang dapat membuat anak tenang. Perlengkapan aktivitas atau mainan anak yang tenang antara lain teka-teki, cat, peralatan membuat perhiasan, dan buku-buku favorit. Taruh di dekat mainan anak yang lain, sehingga anak bisa menggunakannya saat dia ingin tenang sebentar. 5. Atur suasana ruangan dengan menjaga pencahayaan yang redup atau menyetel musik relaksasi ketika anak hiperaktif butuh ketenangan. 6. Lakukankah aktivitas secara rutin setiap harinya, sehingga anak hiperaktif tahu apa yang mereka harapkan dan apa yang diharapkan dari mereka. Persiapkan anak ketika akan melakukan aktivitas yang tidak biasa dan jelaskan apa yang akan terjadi. Selain itu, diskusikan juga bagaimana cara mereka tetap tenang bahkan dengan kegembiraan yang mungkin akan mereka alami dari kegiatan yang berbeda tersebut. 7. Hindarkan anak dari minuman dingin, gula, pewarna makanan, dan bahan pengawet dalam makanan yang bisa menyebabkan agitasi. 8. Sediakan waktu untuk menampung energi ekstra, seperti lari berkeliling dan berolahraga. Ini akan membantu anak hiperaktif tahu bahwa ada waktu dan tempat untuk melepaskan kelebihan energi, sehingga membantu anak tetap tenang dalam situasi lainnya.

Rabu, 21 September 2016

Imunisasi atau sterilisasi...?

Anak gendhut lingkungan bilang seperti karung beras, anak kulit lebih gelap dari lainnya dibilang "hati-hati kalo malam tdk keliatan", prestasi standar dicap IQ dibawah rata- rata. Apapun kondisi pasti akan ada bully, akan ada yang meremehkan. Apalagi bagi anak dengan kebutuhan khusus. Yang masih belum disadari sebagian kita orang tua dengan anak berkebutuhan khusus adalah bagaimana sedini mungkin melatih dan membentuk anak2 kita menghadapi kesulitan- kesulitan, tantangan, gangguan dari lingkungan luar. ABK harus dipersiapkan tahan banting dan mampu menghadapi tantangan yang akan ditemuinya nanti. Yang ada justru orang tua melakukan sterilisasi, menghindari bahkan melindungi penuh anaknya dari gangguan yang pasti datang tsb. Memasukkan anak ke sekolah khusus, memfasilitasi pendamping khusus walaupun anaknya sebenernya mampu adalah salah satu bentuk sterilisasi itu. Mau sampai kapan kita mampu? Dunia mereka masih panjang sedang kehadiran kita didunia semakin terbatas. Mulai sekarang ajari, latih, dan percayai bahwa mereka bisa menghadapi tantangan-tantangan itu. Apa yang masih kurang segera kejar ketertinggalannya semaksimal mungkin.

Keyakinan, perjuangan dan keikhlasan orang tua penentu keberhasilan anak.

ini berlaku juga bagi orang tua dengan anak istimewanya. betapa tiga hal diatas sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha, berkembang optimal atau justru semakin tertinggal jauh perkembangannya. terbukti sekali Allah tidak akan merubah nasib hambaNya jika tidak disertai usaha kita untuk berubah. kisah nyata, seorang bapak dengan pekerjaan rendah (menurut penilaian umum) dengan penghasilan pas-pasan alias pas butuh pas tidak ada. dikaruniai anak dengan kebutuhan khusus. mau memasukkan terapi atau sekolah khusus jelas tidak mampu dengan kondisi bapak tersebut, hingga suatu ketika dipertemukanlah bapak tersebut dengan sesama ortu abk yang memberitahu untuk sering-sering dilatih oral motor biar bisa bicara. atas kesederhanaan berfikir oleh bapak tersebut selalu berusaha menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membelikan es krim agar bisa dijilat-jilat anaknya dengan harapan akan cepat bicara. alhasil anaknya demam, tapiii... Allah maha adil, Allah tunjukkan kuasanya anak tersebut bisa bicara. kasus lain, pasangan suami istri dikaruniai seorang putri. ketahuan autis ketika keduanya sedang merintis karier di luar pulau jawa. istri sebagai abdi negara sedang suami pegawai swasta. berjibaku pasangan tersebut mengusahakan penanganan putrinya hingga dengan pertimbangan cukup sulit akhirnya diputuskan suami dengan putrinya kembali ke kampung halaman demi mendapatkan penanganan buat putrinya sedang istri tetap diluar pulau. awal bertemu kondisinya sangat memprihatinkan, bisanya hanya menangis sambil teriak-teriak atau berusaha mencakar jika menolak sesuatu walau sebelumnya sudah menjalani terapi lain. namun betapa kami dibuat takjub oleh kegigihan bapak yang satu ini. walau rumahnya dilereng merapi dengan moda motor tak menyurutkan langkahnya untuk tetap mendatangi tempat terapi, hujan badai tak mampu menghalangi bapak dan anak ini untuk sejenak istirahat di rumah, bahkan ketika si anak demam tetap hadir tepat waktu. Allah sesuai prasangka dan usaha hambaNya. sekarang sudah tidak nampak lagi perilaku hiperaktif dan impulsifnya, bicara...? selain komunikasi dua arah si anak ini paling suka ngerjain lawan bicaranya. lepas terapi setelah dua tahun dan bersekolah swasta umum tanpa pendamping sama sekali. dari dua kasus diatas betapa kita orang tua jangan putus asa, jangan pernah berhenti berusaha, ikhlaskan semua akan berbuah manis buat anak-anak kita. Allah akan menyertai langkah dan usaha kita

Ą